Rabu, 09 Januari 2013

Cerita Anak SMP HOT (Bersama Pacarku)

By cerita sex | At 04.25 | Label : | 1 Comments

Cerita AnaK SMP HOT -  Cerita Panas Anak SMP  - Sejenak aku berpikir, bagimana rasanya Cewek SMP perawan? Tak terbayangkan olehku begitu nikmatnya berhubungan seks dengan gadis SMP yang masih perawan. Ingin tau kisahnya, simak Cerita Dewasa SMP Perawan Hot dibawah ini:

Cerita AnaK SMP HOT

Cerita AnaK SMP HOT

 Sekian lama aku berteman tak disangka dan diduga diapun mengutarakan maksud dan tujuannya mengajak berteman aku dahalulu karena dia ingin mengenal aku lebih jauh, Bila aku tak jawab,mungkin aku dikira sombong, setelah aku berpikir panjang dengan berbagai pertimbangan keputusan akhirnya aku pilih’Aku menerima jadi pacarnya’ singkat dan penuh malu aku kirim Sms’untuk kata ”IYA AKU MAU JADI CEWEKMU’, dia gembira bukan kepalang tentu saja orang lain aja belum tentu bisa meraih hatiku, dengan uletnya dan gigihnya akupun luluh karena aku yakin dia tulus sayang sama aku sikap-sikap yang ditunjukin kepadaku telah jadi buktnya.

Namaku Rima. Kata orang aku cantik, kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar, Dino namanya. Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah.

Dino seorang siswa yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasibelajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah kebaikan yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku.

Tapi entah mengapa aku memilih Dino. Singkatnya, aku pacaran dengan Dino. Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto yang bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan lainnya. Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.Aku dan Dino telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan. Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk berpacaran, masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun jadi nikmat.

Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama Dino. Aku mau nemanin dia ke rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Dinopun begitu.

Dari sekolah kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis kearah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Dino. Sesampai disana, aku diperkenalkan dengan teman Dino, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Anggi.

Pembantunya pun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kataAgus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul.

Tak lama kemudian, Agus dan Dino pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Anggi. Dari Anggi, aku tahu bahwa Agus telah berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah, juga di SMP hanya berlainan dengan sekolahku.

10 menit kemudian, Agus dan Dino kembali dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil. Setelah memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa. Agus menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu, kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti tubuhku.

Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan film itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue film. Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menggila.

Aku lihat Agus dan Anggi sudah saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Dino.Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Anggi yang mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering melakukannya . Mereka tampak tidak canggung lagi Anggi mengisep-isep peler Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Anggi juga sepertinya telah terbiasa Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Anggi Dino merapatkan tubuhnya kepadaku.

“Rim .kamu sayang aku enggak?”tanyanya padaku. “Eh..emang kenapa, Din ?”kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan Anggi “Aku pengen kayak gitu .”kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Anggi yang semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Anggi, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Anggi. Dengan diikuti teriakan kecil Anggi, batang kontol itu masuk seluruhnya ke nonok Anggi. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?Seluruh badanku merinding .”Rima?”kata Dino lagi. “Eh enggak ah enggak mau malu .”kataku. “Malu sama siapa?”kata Dino.

Tangannya mulai merayapi dadaku. Kutepis pelan tangannya. “Malu sama Agus dan Anggi tuh “kataku. “Ah mereka aja cuek ayo dong Rima aku sudah enggak tahan nih “kata Dino. “Ah..jangan ah “kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus dan Anggi. Tak terasa tangan Dino mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan celanapanjang jeans.

Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang wanita asia di entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan pantatnya sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Dino mulai merayapi dan meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali aku merasakan ini. ”Buka Bhnya, ya sayang “pinta Dino. Aku mengangguk, aku jadi inginmerasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Dino membuka Bhku.. aku sekarang benar-benar telanjang dada.

Dino mengisepi pentilku memencet-memencet buah dadaku yang masih kenyal dan bagus “Tetekmu enak bener, sayang belum pernah ada yang pegang yaa”kata Dino sambil terus meremas tetekku dan mengisepi pentilku “Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan berhenti .”kataku. Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan Anggi, mereka sekarang bermain doggy style.

Anggi berposisi nungging dan Agus menusuknya dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila “Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih “pinta Dino. “Jangan Din takut .”kataku. “Takut apa sayang?”kata Dino. “Takut hamil “kataku. “Enggak Din, aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan tanggung jawab, percayalah “katanya.

Aku diam saja Dino mulai membuka ristleting celanaku, aku diamkan saja .tak lama kemudian, dia memerosotkan celanaku tampak memekku yang menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal. Dino pun memerosotkan celana dalamku Aku benar-benar polos bugil. Dinopun membukaseluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat.

Tangan Dino tetap meremas-remas tetekku Kulirik Agus dan Anggi, eh mereka bersodomi Anggi sudah biasa bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat Anggi sedangkan tangan kiri Anggi mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah basah Erangan mereka terdengar makin sering .Dino terus mengerjaiku, tangannya mulai merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku”Ah..sakit, pelan-pelan, Din..”teriakku ketika jari itu memasuki nonokku.

Dino agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak lama kemudian nonokku basah . “Din, isep dong punyaku “pinta Dino sambil menyodorkan kontolnya ke mukaku. “Ah..enggak ah “kataku menolak. “Jijik ya? Punyaku bersih kok ayo dong Anggi saja berani tuh “pinta Dino memelas.

Dengan ragu aku pegang kontol Dino. Baru sekali ini aku memegang punya laki-laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Dino sudah berdiri tegang rupanya. “Ayo dong Rima sayang “pinta Dino lagi. Dengan ragu kumasukkan kontol itu ke mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal “Hisap dong sayang seperti kamu makan permen “Dino mengajariku. Pelan-pelankuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku merasa senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .kumaju mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali erangan Dino. “Ah ah. uuuhhh enak sayang teruskan ..” erang Dino. Tangan Dino terus mengucek-ucek nonokku.

Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Dino terus kulomoh kuisap..kujilati kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Dino menarik kontolnya dan mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya ternyata meleset, Dino melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya itu diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak”Aduuh sakit Din pelan-pelan dong ” Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan lebih.

Dino melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Dino lagi menghentakkan kontolnya sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku .”Ahhh perih Din “kataku. Dino diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. “Tenang Din, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok “katanya. Pelan-pelan Dino mengocokkontolnya di nonokku.

Masih terasa perih sedikit kocokkan Dino semakin kencang Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat nikmat sekali “Terus Din Terus ahhhh ah .enak .”kataku. Sempat kulirik Agus dan Anggi masih terus bersodomi. Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus semakin menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata ngentot itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati .”Din ah.ah .aku aku .”entah apa yang aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yang ingin kukeluarkan dari nonokku entah apa “Keluarkan saja sayang kamu mau keluar .”kata Dino. “Ahh iya Din aku mau keluar ..”tak lama kemudian terasa cairan hangat dari nonokku .

Dino terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku ini, pikirku. “Satu nol, sayang”kata Dino tersenyum. Dino mencopot kontolnya, aku sedikit kecewa “Kenapa dicopot Din..”tanyaku. “Kita coba doggy style, sayang “jawabnya sambil membimbingku berposisi seperti anjing. Dino menusukan kontolnya lagi sekarang badanku terguncang-guncang keras terdengar erangankeras dari Anggi dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali keluar Dino tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku.

Sudah hampir ¾ jam aku dientot Dino, tapi tampaknya Dino belum menunjukkan akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Dino mencopot lagi kontolnya dan mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itudipakai untuk melumuri pantat Anggi ketika mau disodomi .eh apakah aku mau disodomi Dino? “Mau ngapain Din “tanyaku penasaran .”Seperti Anggi dan Agus lakukan, Rima aku ingin menyodomimu sayang “jawabnya. Sebenarnya aku takut, tapi terdorong rasa gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku rasanya disodomi, maka aku mendiamkannya ketika Dino mulai mengolesi lubang pantatku dengan baby oil.

Tak lama kemudian, kontol Dino yang masih keras itu diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Dino tampak mulai merayapi lubang pantatku “Aduuuh sakit Din “kataku ketika kontol itu mulai masuk pantatku. “Tenang sayang nanti juga enggak sakit “jawab Dino sambil melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantatku “Aduuuhh sakiiiitt “kataku lagi.

“Tenang Rim, nanti enak deh..aku jadi ketagihan sekarang “kata Anggi sambil mengelus rambutku dan menenangkanku. “Kamu sudah sering disodomi, Nggi?”tanyaku. “Wah bukan sering lagi hampir tiap hari kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja ayo Dino coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo..”kata Anggi sambil menyuruh Dino mencoba lagi.

Dino mendesakkan lagi kontolnya sehingga seluruhnya amblas ke pantatku. Terasa perih di pantatku .”Tuuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hihi “kata Anggi. Aku diam saja. Ternyata sakit kalo disodomi .Dino mulai mengocok kontolnya di pantatku. “Pelan-pelan, Din masih sakit “pintaku pada Dino.

“Iya sayang enak nih sempit”katanya. Anggi ke belakang pantatku dan mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat “Anggi ah .enak “kataku. “Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek nonoknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat”kata Anggi pada Dino. Benarsekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat .”Hai sayang ini ada lobang nganggur mau pake? Boleh kan Dino? Lubang yang satu ini dipake pacarku Agus “kata Anggi.

“Tanya Rima saja deh, aku lagi asyik nih”jawab Agus sambil terus mengocok kontolnya di pantatku. “Gimana Rima? Bolehkan? Enak lo di dobelin aku sering kok “pinta Anggi. “Ah..jangan deh “kataku.”Sudahlah Rima, kasih saja aku rela kok”kata Dino. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Anggi dan diarahkan ke nonokku.

Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. “Jaang “kataku hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku. Jadilah aku dientot dan disodomi. ½ jam Agus dan Dino mengocok kontolku.

Aku lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak adaduanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali ini kurang siap.

Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot kontolnya dan memasukkan kontolnya ke mulut Anggi. Anggi menghirup peju yang keluar dari kontol Agus dengan nikmat. Kemudian Dino melakukan hal yang sama, tadinya aku ragu untuk menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku membuatku ingin rasanya menikmati pejunya Dino. Dino memuntahkan pejunya dimulutku akupun menelannya.

Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya bersih, Dino mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur. “Terima kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu “katanya lembut. Aku diam saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan. Badanku lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku dan mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga sobek karena dirasuki kontol Dino.

Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Dino .”Din, aku sudah enggak perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa .”kataku pada Dino. Kulihat Anggi dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat.

“Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa “katanya. “Bener Din? Kamu enggak ninggalin aku? Tapi janji apa ?”kataku balik bertanya. “Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang “kata Dino sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin lagi..aku juga ketagihan kataku dalam hati. “Janji ya sayang “katanya lagi mendesakku.

Aku hanya mengangguk. “Sudah jangan nangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?”tawar Dino. Aku pilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Dino. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex. Ternyata enak dan nikmat.


bila sudah selesai baca artikel ini jangan lupa untuk like ya ^_^ Terima kasih^_^

Jumat, 04 Januari 2013

Cerita sex dewasa khusus 17 tahun - paling panas

By cerita sex | At 22.19 | Label : | 1 Comments



Pada pukul 15:00, acara Pramuka dibubarkan. Kamipun segera bergegas meninggalkan tempat tersebut. Aku setelah dari tempat itu, berniat pergi ke sebuah Multiplayer. Saat saya setiba di Sekolah, saya melihat seorang anak yang sedang mengintip ke dalam sebuah ruangan di dalam sekolah. Karena saya sedikit ada rasa curiga, maka saya memutuskan untuk mendekatinya. Ketika saya mendekatinya, perasaan saya merasa sedikit tidak enak. Karena itu, saya tidak jadi mendekatinya.

Tak lama kemudian, datanglah teman saya bernama Jetprak, anak yang selalu bermain bersama saya dan “sedikit rusak”. Saat itu, ia mengatakan, bahwa ada orang yang menitipkan barangnya di Lapangan Olahraga di Lantai 5. Karena ada rasa sedikit curiga, maka saya pergi ke sana untuk memastikan ada apa di sana.

Setelah saya tiba di sana, saya melihat ada sebuah kantongan di dekat sebuah panggung pergelaran. Sebelum saya beranjak untuk melihatn6ya, saya pastikan dulu, bahwa tidak ada jebakan. Setelah saya cek, ternyata tidak ada sama sekali jebakan. Lalu, sayapun segera melihat apa isi dari Barang tersebut.

Setelah saya pegang benda tersebut, saya buka kantongnya satu persatu. Ternyata, pembungkus benda tersebut sangatlah banyak, sehingga saya pusing untuk membukanya satu persatu. Sampai pada akhirnya, Kantonga itu habis terbuka pada bungkusan yang kelima puluh. Setelah saya lihat, ternyata isinya adalah berbagai macam foto-foto yang dapat dikatakan “rusak” dan berbagai macam alat KB dan Seks. Tetapi saya sempat bertanya keheranan “siapa dan untuk apa ini?”. Karena merasa tidak sopan, maka kukembalikan lagi kepada tempatnya. Setelah sekian lama, saya hanya menunggu sang waktu berlalu. Kebetulan pada saat itu tidak ada orang, maka saya bisa bersantai sejenak di sana.

Setelah sekian lama, saya ingat, bahwa saya akan bertanding lomba Catur antar 1 Sekolah. Saat itu, saya telah mencapai Final, dan lawan saya yang berikutnya, adalah Fahris (Sekarang ia anggota Dark Falcon). Karena tidak ada orang, maka saya berlatih sendiri di tempat itu. (avid internisti)

Sesudah saya berlatih selama 1 jam, saya merasa kelelahan. Maka, saya putuskan untuk beristirahat dengan melakukan Break Dance. Beberapa waktu yang lalu, saya diajarkan oleh salah seorang teman saya untuk berlatih Break Dance, seperti Salto, Rolling, Hip Hop, dan lain sebagainya. Akan tetapi, saya tertarik akan salah satu gerakan yang sangat sukar, yaitu Tornado Roll (Rolling di Udara).

Karena saat itu tidak ada orang, saya iseng untuk mencobanya dengan naik di atas tiang penyangga. Saat itu, saya menaikinya dengan memanjatnya. Saat saya akan melakukannya, tiba-tiba ada 2 orang yang masuk ke ruangan itu. Tidak disangka, itu adalah Fahris, lawan Finalku nanti, dan yang satu lagi, adalah anak yang terdapat di Foto-foto yang kulihat tadi, karena namanya cukup panjang, sebut saja NT.

Karena tempat itu cukup luas, saya mencoba untuk mendengarkan suara mereka dengan mendengarkan gemanya. Kulihat Fahris mulai membuka kantongan tersebut, dan “Lihat, sekarang kamu percaya kan? Aku ini tidak pernah berbohong, jangan macam-macam kamu!” kata Fahris.

“Ih.. kamu kok jahat! Awas, nanti aku adukan ke guru lho!” sambung NT.
“Mangkanya, lebih baik kamu harus tunduk kepadaku, atau..” pembicaraan terpotong.
“Atau apa hah?” teriak NT agak keras.
“Atau aku Renggut Keperawananmu!” Teriakan Fahris menggelegar.
“Jangan macam-macam kamu, cepat serahkan!” NT meneruskan.
Belum sempat NT bergerak, Fahris sudah menerjang NT dan langsung menelanjangi NT dengan kasarnya.

“Ah.. Jangan Far.. Jangan!!” Teriakan NT keras sambil menangis tersedu-sedu.
“Segera kuambil keperawananmu!!” Lanjut Fahris.
Fahrispun memulai aksinya dengan sangat gesit, ia melakukan ML pemanasan dengan rasa sangat Hot. Tetapi, aku berusaha untuk tetap berada di langit-langit meskipun aku hanya bertumpu dengan Tiang datar dengan lebar 30 cm.

Setelah ia melakukan pemanasan, iapun akhirnya siap untuk memulai aksi tergilanya.
“Ah.. jangan far.. jangan ambil keperawananku.. tolonglah..” pelas NT.
Tetapi, Fahris tidak mempedulikan perkataannya, dan akhirnya, iapun melakukan seks dengan NT.
“Earrgghh..” Teriak NT begitu batang kemaluan Fahris memasuki liang senggama nya.
Setelah itu, Fahripun mulai melakukan penggesekan terus menerus sampai ia berhenti setelah menit kesepuluh.

“Bagaimana, enak kan, mangkanya, jangan coba-coba!” kata Fahris puas.
Setelah itu, Fahrispun mulai kembali melancarkan aksinya untuk kembali melakukan persetubuhan.
Selama mereka melakukan persetubuhan, NT terus mengerang-erang kesakitan
“Eng.. eugh.. ough.. aekh.. eakh.. eikh.. oekh..” Desahan NT turut membuatku terangsang. Tetapi, karena pada saat itu, aku belum pernah bermasturbasi, maka aku diam saja dan terus menyaksikan.

Setelah sekian lama, akhirnya mereka berhenti dan tertidur lemas. Sepertinya, mereka telah Orgasme bersama, dan kulihat NT berdarah. Mungkin ia telah kehilangan keperawanannya. Karena kesempatan tidak ada orang, maka sayapun segera mengambil kamera, dan menfoto beberapa foto yang membuktikan Fahris bersalah. Setelah itu, sayapun berniat kabur melalui Jendela Ventilasi di dekatku.

Ketika hendak keluar, aku mendengar ada suara gebrakan. Setelah kulihat ada sumber suara tersebut, tenyata itu adalah Gloria yang masuk lewat Pintu dan terjatuh dan kakinya mengenai Lantai dan sepertinya ia Lumpuh sementara (Paralyze). Seketika itu pula, bangunlah Fahris dalam keadaan segar bugar seperti tidak sehabis bercinta. Iapun mendekati Gloria.

“Hai, cewek, kamu sudah melihat perbuatan kami ya?” kata Fahris.
“Lihat apa? Aku baru saja masuk ke ruangan ini.” jelas Gloria.
“Jangan bercanda, lagipula kamu kan juga mengintip aku saat bercinta dengan SOS tadi kan di kelas” lanjut Fahris.

“Kamu jangan macam-macam. Aku tak tahu!” sangkal Gloria.
“Sudah, lebih baik kamu bercinta juga saja denganku!” Perintah Fahris.
“Jangan.. jangan sentuh aku.. jangan..” Teriak Gloria.
Karena aku tidak tega melihat Gloria yang begitu Cantik dan Seksi yang masih perawan, akupun berbuat nekat. Entah apa yang merasuki pikiranku, aku langsung saja melompat menuju ke Fahris dan melakukan Tornado Roll. Dan akhirnya, berhasil, sayapun berhasil menghajarnya dan membuatnya pingsan. Akan tetapi, akupun langsung lumpuh total seketika. Tetapi, saya belum menyerah. Sayapun memberikan Kamera yang saya gunakan untuk menfoto Fahris dan NT tadi. Dan akhirnya, akupun pingsan.

Keesokan harinya, aku terbangun di atas tempat tidur. Aku melihat sekelilingku, dan ternyata, aku berada di rumah sakit. Akupun segera berbaring kembali, tetapi tidak tidur. Karena keluargaku jauh dariku, maka tidak ada sama sekali yang datang menjengukku. Saya sangat merasa sedih saat itu. Tidak lama kemudian, Gloria datang dan menghampiriku. Ia berjalan seperti orang normal. Aku pikir Paralyzenya sudah sembuh.

“Ali, apakah lukamu masih sakit?” tanyanya.
“Tidak juga sih, tapi sudah mendingan.” sahutku.
“Eh, terima kasih ya, kamu sudah menolongku pada saat itu.” ucapnya
“Ah, tidak apa-apa. Aku memang sudah biasa melakukannya.” jawabku seenaknya.
“Lantas mengapa NT pada saat itu tidak kamu tolong?” tanyanya.
Waduh, mati aku. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku membedakan sesama manusia (dalam arti Gloria dan NT). Lalu akupun menemukan jawaban sempurna.
“Oh, pada saat itukan Fahris masih dalam keadaan Fit, jadi aku tidak mungkin dapat menghadapinya secara fisik.”
“Kalau mental?” tanyanya lagi.
“Itu mungkin saja dapat kuatasi. Oh ya, bagaimana dengan kejuaraan catur hari ini? Aku kan tidak dapat ikut?” tanyaku.

Gloriapun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ternyata, ia mengeluarkan kameraku dan kertas yang menyatakan bahwa aku langsung memenangkan pertandingan karena Fahris melakukan perbuatan yang tidak terhormat. Akupun merasa lega, dan akhirnya akupun bertanya lagi.
“Bagaimana pendapatmu?” tanyaku.
“Yah.. hebat.. boleh juga..” katanya.
Entah apa yang menghantui pikiranku, akupun menyatakan cinta padanya, tetapi ia menjawab
“Waduh, jangan dulu ya, aku masih belum mau pacaran, lain kali saja ya. Sementara ini, ayo kita berteman dan melakukan petualangan bersama di Sekolah.”
“Jadi, kamu juga suka menyusup ya?” tanyaku.
“Iya, sejak kecil, aku suka sekali berpetualang, jadi, kamu kan juga sama, mari kita satukan hobi kita bersama.” jelasnya.

 Kurang Puas yah ?kalo iya
Baca yang lebih Hot Disini →Cerita sex dewasa kisah nyata paling panas

Cerita sex dewasa kisah nyata paling panas

By cerita sex | At 22.16 | Label : | 3 Comments

Tante Ane Yang MontokCerita ini terjadi saat aku masih berusia 16 tahun, dan masih bersekolah disalah satu SMA di Medan. Namaku Chris, aku peranakan Canada-Chinese. Papa sayaasal Canada, dan Mama saya Chinese Indonesia. Kata teman2 wajahku sih lumayan...ganteng... ehmm. Tinggi saya 180 cm, ngak begitu tinggi dibandingkan dengan Papayang 185 cm. Saya lahir di Canada, tapi sewaktu umur 10 tahun, Papa ditugaskanke Medan, Indonesia. Jadi aku juga ikut, dan bersekolah disana. Mula-mula terasaasing juga kota ini bagiku. Tapi lama kelamaan aku juga dapat terbiasa. Terusterang, pemikiranku lebih condong kepada pemikiran-pemikiran Timur, mungkinkarena didikan Mama yang keras. Biarpun di negara2 Barat sudah biasa terjadihubungan seks remaja, namun aku belum pernah melakukannya dengan pacarku...well... at least pada saat itu.Hari ini dimulai liburan Natal. Papa tidak pulang ke Canada seperti biasanya,katanya ada banyak pekerjaan. Mama bilang kalau aku merasa bosan disinisebaiknya aku pergi ke Jakarta, sekalian menjenguk kakek. Katanya aku juga bisamencari tante Anne kalau ada waktu. Tante Anne ini teman baiknya Mama. Samaseperti Mama, dia juga dulu sekolah di Canada, dan pernah tinggal lama disana.Saya sudah lama tidak pernah bertemu dengan tante Anne, tapi seingatku orangnyacantik sekali. Usianya sekarang mungkin sekitar 30 tahun, dia lebih muda darimama. Sewaktu di Canada dia sering menginap di rumah kami, dan bermain-maindengan aku. Akhirnya aku iyakan tawaran mama untuk pergi ke Jakarta.Hari kedua di Jakarta, aku minta diantar oleh supir ke rumahnya tante Anne.Rumahnya terletak di salah satu kompleks perumahan di Jakarta Selatan.Sebelumnya mama sudah menelepon dan memberitahukan kepadanya bahwa aku akandatang pada hari itu."Hi... wahh udah besar sekali kamu sekarang yah Chris... udah ngak tanda lagiTante sama kamu sekarang... hahaha", seingatku kira-kira begitulah katanyasewaktu pertama kali melihat aku setelah sekian tahun ngak jumpa. Wajahnya masihsaja sama seperti yang dulu, seakan dia tidak bertambah tua sedikitpun. "Ohyah... tuh supirnya disuruh pulang aja Chris... ntar kamu bawa aja mobil Tantekalo mau pulang...", aku pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya."Wah... besar sekali rumahnya yah Tante...", kataku sewaktu kami memasuki ruangtamu. Aku dengar dari mama sih, katanya suaminya tante Anne ini anak salahseorang konglomerat Jakarta, jadi ngak heran kalau rumahnya semewah ini. Setelahitu kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan keadaan mama, papa dan kakek. TanteAnne juga sudah lama tidak betemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngobrol,setelah itu dia mengajak aku untuk makan malam."Makan dulu yuk Chris... tuh udah disiapin makanannya sama si Ning", katanyamenunjuk ke pembantunya yang sedang menghidangkan makanan di meja makan."Kita ngak nunggu Om Joe??", aku menanyakan suaminya."Oh... ngak usah... Om mu ngak pulang malam ini katanya""Oh... ok deh", kataku sambil beranjak ke ruang makan. Rumah sebesar ini cumandihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga tanteku ini."Kamu berani pulang ntar Chris?? Udah malem loh ini...", katanya sambil ngelirikke jam dinding yang udah nunjukin jam 7 lewat 30 menit."Ah berani kok Tante...""Hmmm... mending kamu tidur disini aja deh malem ini... tuh ada kamar kosong diatas""Umm... iyah deh... ntar aku telepon ke Kakek kalo gitu...", dalam hati akumengira bahwa tanteku ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian dirumah, sama sekali tidak ada pikiran negatif dalam otakku sewaktu aku mengiyakantawarannya. Sehabis makan aku pun menelepon ke rumah kakek, dan memberitahubahwa hari ini aku menginap di rumahnya tante Anne."Oh iyah... kalau kamu mau mandi air panas, pake aja kamar mandi Tante. Ntarkamu pake aja bajunya Om Joe. Yuk sini!!""He-eh", aku mengangguk sambil mengikutinya. Kamar mandi yang dimaksud terletakdi dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidurukuran double di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandidi sudut ruangan."Nih... coba... bisa pake ngak kamu??", dia memberikan t-shirt dan celana pendekkepada aku."Bisa kayaknya...", aku pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi.Sehabis dari kamar mandi, aku sempat sedikit kaget melihat tante Anne. Diamengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatandengan jelas celana dalamnya, tapi aku tidak melihat tali BH di punggungnya.Terangsang juga aku melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidursaat menonton TV. TV nya masih menyala. Aku berjalan ke arah TV, bermaksudmematikannya. Melihat adegan panas yang sedang berlangsung di TV, mendadak akuterdiam pas di depan TV. Kulihat kebelakang, tante Anne masih tidur. Aku berdirimenonton dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikirankusaat itu."Hey...", saat aku sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar teguran halustante Anne, diikuti oleh tawa tertahannya. Aku benar-benar malu sekali waktuitu. Aku berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aku berbalik,kulihat tante Anne sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihatputing susunya dari balik baju tidurnya yang tipis."Kirain Tante udah tidur...hehe", kataku asal-asalan sambil berjalan hendakkeluar dari kamar."Chris... bisa tolong pijitin badan Tante?? Pegel nih semua...", terdengar suarahelaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai. Saat aku berbalik hendakmenjawab, kulihat tante Anne sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapikali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yang masih dikenakannya adalah celanadalamnya."Ya...", hanya itu saja yang bisa keluar dari mulutku. Aku pun berjalan ke arahtante Anne. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya."Engghh...", terdengar dia mengerang perlahan."Om Joe kapan pulangnya Tante??", kuatir juga aku ketahuan oleh suaminya."Emmm... mungkin minggu depan... ngak tau deh... kalau Om mu sih... jarangdirumah. Mungkin seminggu pulang sekali", dalam hati aku merasa kasihan jugakepada tante Anne. Pantas saja dia merasa kesepian. "Fhhuuuhhh...", kembaliterdengar helaan nafas panjang. "Kamu udah punya pacar Chris??", tanyanyamemecah keheningan."Yah... di Medan""Hehehe... cantik ngak Chris??", tante Anne emang dari dulu senang bercanda.Sangat berbeda dengan ibuku yang kadang bersikap agak tertutup, tante Anneadalah penganut kebebasan Barat. Aku hanya tersenyum saja menjawabpertanyaannya. "Turun dikit Chris...", aku pun menurunkan pijatanku dari bahu kepunggungnya. "Kamu duduk aja di atas pantat Tante... supaya bisa lebih kuatpijitannya". Aku yang semula mengambil posisi duduk di sampingnya, sekarangduduk di atas pantatnya. "Unghh... berat kamu...", mendengus tertahan dia waktuaku duduk di atasnya."Hehehe... tapi katanya suruh duduk disini...", cuek saja aku melanjutkanpijatanku. Kontolku sudah terasa menegang sekali, sesekali aku tekan kuat2kontolku ke pantat tante Anne. Walaupun aku masih memakai celana lengkap, namunsudah terasa nikmat dan hangat sewaktu kontolku aku tekan ke pantatnya."Iiihh... nakal ya... bilangin mama kamu lho...", katanya sewaktu merasakankontolku menekan-nekan pantatnya."Udah belom Tante?? Udah cape nih...", kataku setelah beberapa menit memijatpunggungnya."Iyah... kamu berdiri dulu deh... Tante mo balik...", aku berdiri, dan tanteAnne sekarang berbalik posisi. Sekarang aku bisa melihat wajahnya yang cantikdengan jelas, payudaranya yang masih kencang itu berdiri tegak dihadapanku.Puting susunya yang merah kecoklatan terlihat begitu menantang. Aku sampaiterbengong beberapa detik dibuatnya. "Hey... pijit bagian depan dongsekarang...", katanya. Aku duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut keduateteknya. Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku. "Ihh...geli... hihihihi...", cekikikan dia. Aku benar-benar sudah tidak bisamengendalikan nafsuku lagi.Sekarang ini yang ada dalam otakku hanyalahbagaimana memuaskan tante Anne, memberinya kepuasan yang selama ini jarang iadapatkan dari suaminya. Rasa kasihan akan tante Anne yang telah lama merindukankehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yang sudah menggelora. Akumenarik celana dalamnya dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil m!emejamkan mata pasrah. Kuakui inilah pertama kalinya aku melihat wanitatelanjang secara nyata. Tapi agaknya aku tidak begitu canggung, sepertinya akumelakukan semuanya dengan begitu alamiah. Tante Anne membuka lebar kedua pahanyabegitu celana dalamnya kulepas. Kulihat dengan jelas pepeknya dengan bulu-buluhalus yang dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya. "Udah seringbeginian yah kamu Chris??", tanyanya heran juga melihat aku begitu mantap."Ehh... ngak kok... baru sekali Tante...", nafasku sudah memburu... kata-katapun sudah sulit kuucapkan dengan tenang. Kulihat nafas tante Anne juga sudahmulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri."Jilatin dong Chris...", katanya memelas. Mulanya aku ragu-ragu juga, tapikudekatkan juga kepalaku ke pepeknya. Tidak ada bau tidak enak sama sekali,tante Anne rajin menjaga kebersihan pepeknya aku kira. Kujulurkan lidahkumenjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aku bermain-main denganpepeknya. Tante Anne hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahannikmat. Kulihat ia meremas sendiri buah dadanya dan memuntir-muntir sendiriputing susunya. Aku berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku. Bengong diamelihat kontolku yang 18 cm itu. Aku cuman tersenyum kepadanya, dan melanjutkanmenjilati pepeknya. Beberapa saat kemudian ia meronta dengan kuat."Aaahh... ohh God... aaargghhh...", bagaikan gila, dia menjepit kepalaku denganpahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke pepeknyadengan dua tangannya. Aku susah bernafas dibuatnya."Lagi... arghh... clitorisnya Chriss... ssshhh... yah... yah... lagi...oooohh...", makin menggila lagi dia ketika aku mengulum clitorisnya, danmemainkannya dengan lidahku di dalam mulut. Aku memasukkan lidahkusedalam-dalamnya ke dalam lubang pepeknya. Bau cairan kewanitaan semakin kerastercium. Pepeknya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutkudengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di pepeknya dengan cepat dankasar. Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aku merasa cairan hangatsemakin banyak mengalir keluar dari pepeknya. Aku jilatin semuanya."Ohhh... God... bener2 hebat kamu Chris... lemes Tante... aahh... ngak kuat lagideh untuk berdiri... shitt... udah lama ngak begini...", dia terbujur lemassetelah 1/2 jam yang melelahkan itu. Aku cuman tersenyum. Perlahan kutarik keduakakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkankakinya ke lantai. Pepeknya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masihterbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yang kulakukansekarang padanya. Begitu ia sadar kontolku sudah menempel di bibir pepeknya."Ohh... ", ia cuman bisa menjerit tertahan. Lalu ia pura-pura meronta tidak mau.Aku juga tidak tahu bagaimana cara memasukkan kontolku ke dalam pepeknya. Akusering lihat di film-film, dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi inisungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku.Tiba-tiba kurasakan tangan tante Anne memegang kontolku dan membimbing kontolkuke pepeknya."Tekan disini Chris... pelan2 yah... punya kamu gede banget sih...", pelan iamembantuku memasukkan kontolku ke dalam pepeknya. Belum sampai seperempat bagianyang masuk ia sudah menjerit2 kesakitan."Aahhhh... sakitt... oooh... pelan2 Chris... aduuh....", tangan kirinya masihmenggenggam kontolku, menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras. Sementaratangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. Akumerasakan kontolku diurut-urut di dalam pepeknya. Aku berusaha untuk memasukkanlebih dalam lagi, tapi tangan tante Anne membuat kontolku susah untuk masuklebih ke dalam lagi. Aku menarik tangannya dari kontolku, lalu kupegangerat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong kontolku masuk sedikit lagi. "Aduhhh...sakkkitt... ooohhh... ssshhhh... lagi... lebih dalam Chriss... aaahhhh", kembalitante Anne mengerang dan meronta. Aku juga merasakan kenikmatan yang luar biasa,tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti meronta, lalukudorong sekuatnya kontolku kedalam. Kembali tante Anne menjerit dan merontadengan buas. Aku diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang. "Goyang dongChris...", dia sudah bisa tersenyum sekarang. Aku ! menggoyang kontolku keluarmasuk di dalam pepeknya. Tante Anne terus membimbingku dengan menggerakkanpinggulnya seirama dengan goyanganku. Lama juga kami bertahan di posisi sepertiitu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakanpepeknya menjepit kontolku dengan sangat kuat. Tubuh tante Anne mulaimenggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remaspayudaranya sendiri."Ohhh... ooohh... Tante udah mo keluar nih... sshh... aaahh...", goyanganpinggulnya sekarang sudah tidak beraturan. "Kamu masih lama ngak Chris??? Kitakeluar bareng aja yuk.... aahhh...", tak menjawab, aku mempercepat goyanganku."Aahhh... shitt... Tante keluar Chrisss... ooohhh... gile...", dia menggelinjangdengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku. Aku semakinbersemangat menggenjot. Aku juga merasa bahwa aku bakal keluar tidak lama lagi."Aahhh... sshh...", kusemprotkan saja cairanku kedalam pepeknya. Lalu kucabutkontolku, dan terduduk di lantai.
T A M A TJangan ketinggalan

Rabu, 05 Desember 2012

CERITA DEWASA : KENIKMATAN PERAWAN IBU GURU

By cerita sex | At 18.11 | Label : | 1 Comments


Namaku SM dan sekarang umurku baru 19 tahun, dan perawakanku tinggi 171.5 cm dan kulitku sawo matang, sedangkan mataku berwarna coklat, dankisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata sekaligus pengalaman hidupku...

Tahun 2004 yang lalu... Saat ini aku sekolah di salah satu SMK yang ada di tanjung pinang (kepulauan riau). Sekolahku letaknya jauh di luar kota (kira2 20 km dari kota tempat tinggalku), dan sehari-hari aku pergi menggunakan bus jemputan sekolahku, dan dari sinilah kisahku bermula...

Pada suatu siang saat di sekolahan aku dan teman-teman sedang istirahat dikantin sekolah dan sambil bercanda ria, dan saat itu pula ada guruku (berjilbab) sedang makan bersama kami, pada saat itu pula aku merasa sering di lirik oleh ibu itu (panggil saja EKA), bu eka badannya langsing cenderung agak kurus, matanya besar, mulutnya sedikit lebar dan bibirnya tipis, payudaranya kelihatan agak besar, sedangkan pantatnya padat dan seksi, bu eka adalah guru kelasku yang mengajar mata pelajaran bahasa inggris, dan dalam hal pelajarannya aku selalu di puji olehnya karena nilaiku selalu mendapat 8 (maaf bukan memuji diri sendiri!!)

Saat didalam pelajaran sedang berlangsung bu eka sering melirik nakal ke arahku dan terkadang dia sering mengeluarkan lidahnya sambil menjilati bibirnya, dan terkadang dia suka meletakkan jari tangannya di selangkangannya dan sambil meraba di daerah sekitar vaginanya. Dan terkadang saya selalu salah tingkah di buatnya (maklum masih perjaka!!!!), dan kelakuannya hanya aku saja yang tahu.

Saat istirahat tiba aku di panggil ke kantor oleh ibu itu, dan saat itu aku di suruh mengikutinya dari belakang. Jarak kami terlalu dekat sehingga saat aku berjalan terlalu cepat sampai-sampai tangan ibu eka tersentuh penisku (karena bu eka kalau berjalan sering melenggangkan tangannya) yang saat itu sedang tegang akibat tingkahnya di kalas. Namun reaksi ibu eka hanya tersenyum dan wajahnya sedikit memerah.

Sampai saat aku pulang menaiki bus jemputan kami... Aku dan temanku duduk paling belakang, sedangkan bu eka duduk di kursi deretan paling depan. Saat semua teman-temanku sudah turun semua (saat itu tinggal aku bu Eka dan supirnya) bu eka melirik nakal ke arahku, dan tiba tiba ia langsung pindah duduknya di sebelahku dia duduk paling pojok dekat dinding), dan dia menyuruhku pindah di sebelahnya, dan aku pun menanggapi ajakannya. Saat itu dia meminjan handphone ku , katanya dia mau beli hp yang mirip punyaku (nokia tipe 6600) entah alasan atau apalah... Saat dia memegang hp ku tiba-tiba hp ku berbunyi, dan deringan hp ku saat itu berbubyi desahan wanita saat di kentot. aaaahhhhh... ahhhhshhhhshshh... oooooo... oooooohhhhhh dan seterusnya ternyata temanku yang menelepon. Tanpa basa basi bu eka bilang "apa ngga ada yang lebih hot, ibu mau dong". dengan nada berbisik. Yang membuatku nafsu. "jangan malu-malu tunjukin aja ama ibu... " Saat itu kupasang ear phone dan langsung aku perlihatkan rekaman video porno yang ku dapat dari temanku.

Tanpa aku sadari bu eka meraba kontolku yang saat itu sedang tegang-tegangnya, dan dia terkejut, "wooow besar sekali anumu... " Padahal aku punya ngga gede-gede amat, panjangnya 15 cm dan diameternya 2.3 cm aja yaaa standart lahhhh... Dan terjadilah percakapan antara aku dan bu eka:

Saat itu dia berbisik padaku "aku masih perawan looo... " di iringi dengan desahan. Lalu jawabku "oh yaaa, saya juga masih perjaka bu... " bu eka: jadi klo gitu kita pertemukan saja antara perjaka dan perawan, pasti nikmat... (tanpa basa basi lagi) lalu jawabku malu aku: "ngga ah bu , saya ngga berani!!" bu eka: "ayolah... (dengan nada memelas)" aku: "tapi di mana bu? (tanyaku!)" bu eka: "di hotel aja biar aman" aku: "tapi saya ngga punya uang bu" bu eka : "ngga apa-apa ibu yang bayarin!!!"

Dan saat tiba di kamar hotel ibu itupun langsung beraksi tanpa basa basi lagi. ia melucuti bajunya satu persatu sambil di iringi dengan desahan... yang pertama ia lepaskan adalah jilbab yang menutupi kepalanya, lalu baju, kemudian rok panjangnya. dan tibala saat ia melepaskan bh nya, yang ku lihat saat itu adalah toket ibu yang putih mulus (mungkin karena sering di tutupi kalleeee) dan putingnya yang masih merah. dan pada saat ia mau melepaskan celana dalamnya dia bertanya padaku... "mau bantuin ngga... " lalu hanya ku jawab dengan mengangguk saja. tanpa basa basi juga, aku mulai melepaskan celana dalamnya yang berwarna putis tipis.

yang kulihat saat itu adalah jembut tipis saja, lalu aku mulai menyandarkannya di dinding kamar sambil kujilati. da n timbullah suara desahan yang membuata tegang kontolku ah... ahh... ahhhhshhhh... terruussss... ohhh... yeahhh... oooohhhhh... au... udahh dong ibu ngga tahan lagi... ooohhhh... yeah... o... o... oo... ohhhh... tanpa ku sadari ada cairan yang membasahi wajahku. cairan putih ituku hisap dan ku tumpahkan ke dalam mulutnya, ternyata bu eka suka "mau lagi donggg... " lalu aku kembali menghisap pepek bu eka yang basah dan licin kuat-kuat... "aaahhhh... ahhh... aarrgghh... uh... uh... uh... uh... ouuu... yeah... dan di sela teriiakan kerasnya muncrat lagi cairan putih kental itu dengan lajunya crroot... crooot...

di saat dia terbaring lemas aku menindih badan bu eka dan selangkangannya ku buka lebar2, lalu ak u mencoba memasukkan kontolku ke dalam pepeknya bu eka dan yang terjadi malah ngga bisa karena sempit. saat ku tekan kepala kontolku sudah masuk setengah dan ibu itu berteriak "ahhhh... ahhhh.ahhhhh... ahhhhh... , sakitttt... ahhh... pelan-pelan dong... " seakan tak perduli kutekan lagi. kali ini agak dalam ternyata seperti ada yang membatasi. ku tekan kuat-kuat "ahhhhhhh... aaaaaa... aaaauuuuu... , sakit... ohh... oh... ooghhhhhh... " aku paksakan saja... akhirnya tembus juga. "ahhhhhhhhhh... aaaaahhhhhh... , sakitttttttt... " bu eka berteriak keras sekali...

Sambil ku dorong kontontolku maju mundur pelan dan ku percepat goyanganku. "aahhhhhh... auhhhhhhhh... u.h... u.u... hh... a... u... u... hhhhh.hh.h.h. h... Dia terus menjerit kesakitan, dan sekitar 20 kali goyanganku aku terasa seperti mau keluar. Lalu aku arahkan kontolku ke mulutnya dan... croot... ... crroootttt... sekitar 5 kali muncrat mulut bu eka telah di penuhi oleh spermaku yang berwarna putoh kenta (maklum udah 2 minggu ngga ngocok)

Selang beberapa menit aku baru menyadari kalau pepek bu eka mengeluarkan cairan seperti darah. Lalu ibu eka cepat-cepat ke kamar mandi. Setalah keluar dari kamar mandi bu eka langsung menyepong kontolku sambil tiduran di lantai. Ternyata walaupun perawan bu eka pandai sekali berpose. Lalu ku pegang pinggul bu eka dan mengarahkan ke posisi menungging. Lalu aku arahkan kontolku ke pepek bu eka, lalu ku genjot lagi... ohhh... oh... o... h.h.h.h.hh... h.hhhhh... h... hhhhhhh... hhhhh... yeahhhhh oouu... yesssss... ooohhhhh... yeahhhhh... saat aku sudah mulai bosan ku cabut kontolku lalu ku arah kan ke buritnya "sakit ngga... " laluku jawab "paling dikit bu... " aku mencoba memasukkan tetapi ngga bisa karena terlalu sempit lalu bu eka berkakta "ngga apa-apa kok kan masih ada pepekku mau lagi nggaaaa... " laluku kentot lagi pepeknya tapisekarang beda waktu aku memeasukkan kontolku ke dalam, baru sedikit saja sudah di telan oleh pepeknya. Ternyata pepek bu eka mirip dengan lumpur hidup. aku mengarahkan kontolku lagi ahhh... ahhh... ahhh... ahh... oooouuuhh... yeah... ou... ou... ohhhhhh... dan saat sekitar 15 kali goyangan ku bu eka melepaskan kontolku "aku mau keluar... " lalu ku jawab "aku juga bu... , kita keluarin di dalem aja buu... " "iya deeh jawabnya... " lalu kumasukkan lagi kontol ku kali ini aku menusukknya kuatkuat. aaahhhh... ahhhh... aaaahhhhhh. ooooouuuuuuhhh... saat teriakan panjang itu aku menyemprotkan spermaku ke dalam pepeknya crroooot... crootttt... aku mendengar kata-katanya "nikmat sekali... " Dan aku pun tidur sampai pagi dengan menancapkan kontolku di dalam pepeknya dengan posisi berhadapan ke samping...
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. cerita sex | cerita dewasa | 19 tahun ke atas - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by vanz